Posted by: runruncloth | June 8, 2010

Dr Boyke: Video Porno Diri Sendiri Termasuk Penyimpangan Seksual


Selasa, 08 Juni 2010 | 14:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Pakar seksologi dr Boyke Dian Nugraha menilai orang yang membuat video porno diri sendiri termasuk dalam penyimpangan seksual, yaitu scopophilia.

Scopophilia berasal dari bahasa Yunani, yaitu senang melihat. “Jadi, mendapat kesenangan seksual dengan melihat objek erotis,” ujar Boyke, Selasa (8/6).

Menanggapi video mesum yang pelakunya mirip vokalis band kenamaan dan sering berganti pasangan perempuan dari kalangan selebritis, Boyke mengatakan penyimpangan itu bertambah kompleks. “Bisa jadi juga ada unsur narsisme, atau kecintaan berlebihan terhadap diri sendiri.”

Boyke menduga pelaku pembuat video mesum itu memiliki masalah kejiwaan dengan merekam adegan intimnya setiap berganti pasangan. “Mungkin karena sebenarnya rendah diri, rekam adegan seks dengan perempuan-perempuan cantik untuk dipamerkan ke rekan-rekannya,” ujarnya.

Penyebab lain seorang merekam adegan intim adalah pemerasan. Boyke memiliki pasien perempuan yang diancam akan disebarkan video intimnya jika menolak berhubungan badan dan memberikan uang. “Sampai si perempuannya hamil,” ujarnya. Si pelaku sudah dilaporkan ke polisi, namun belum tertangkap.

Jika perekam mendapat keuntungan, pasangannya yang direkam biasanya buntung. “Kebanyakan pihak perempuan,” kata Boyke.

Lalu kenapa masih ada yang mau direkam? Menurut Boyke, kebanyakan perempuan menolak untuk direkam, namun luluh karena rayuan yang bertubi-tubi. “Mungkin juga karena sudah sangat terangsang, jadi tidak bisa menolak,” katanya.

Video lawas yang pemainnya mirip pesohor Ariel dan Cut Tari menggambarkan hal itu. Si perempuan tampak tidak sadar bahwa kamera telepon genggam di samping tempat tidur menyala. Saat pemain pria mengarahkan kamera ke wajah perempuan, dia sempat menolak dan memalingkan wajahnya.

Namun kamera tetap berputar, diiringi rayuan pria. “Ada aku juga kok,” kata pemain pria.

Boyke mewanti-wanti setiap pasangan untuk tidak merekam adegan seks. “Apa pun alasannya,” katanya

Pengecualian hanya diberikan pada pasangan suami istri. Rekaman adegan intim berguna untuk memperbaiki kualitas hubungan intim. Misalnya untuk mengetahui posisi-posisi yang kurang tepat. “Itu pun, kalau ada masalah seperti bercerai, harus langsung dihapus,” kata Boyke.

Bagi pembuat video mesum swadaya, Boyke menyarankan menghadap ke psikiater untuk disembuhkan. “Mereka jelas memiliki masalah kejiwaan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, video mesum pasangan mirip Ariel Peterpan dan Cut Tari telah beredar di YouTube. Video itu berdurasi lebih panjang dan lebih bersih dibandingkan video mirip Ariel-Luna Maya sebelumnya. Tidak seperti video sebelumnya yang diduga diambil dengan ponsel oleh tangan pelaku, video kali ini nampaknya menggunakan kamera yang lebih canggih dan profesional.

Wahh… apa iya mereka-mereka itu memiliki kelainan seksual……hiiiiyyy.. takut………

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: